Showing posts with label Skandinavia. Show all posts
Showing posts with label Skandinavia. Show all posts

STOCKHOLM

Stockholm, kota terakhir dari negara Skandinavia yang kami kunjungi. Penerbangan dari kota Oslo dengan pesawat SAS selama 1 jam dan mendarat di Bandara Arlanda.

Kami menginap di Radisson Blue Royal Viking Stockholm. Perjalanan dari Arlanda menuju hotel sangat mudah, dengan express train "Arlanda Express" atau Bus Airport (Coach). Hotel Radisson Blue Royal terletak disebelah Central Station dimana semua bus dan kereta berhenti.

IKEA, ABBA, Vodka Absolut beberapa hal yang identik dengan Swedia.

Senang rasanya bisa datang ke IKEA di negara asalnya. Seperti IKEA di dunia, IKEA Kungens Kurca terletak di pinggir kota dan merupakan IKEA terbesar di dunia, kami naik shuttle bus IKEA gratis dari Regeringsgatan St 17 di pusat kota. Perjalanan ditempuh selama 30 menit.

Juni 2013







BERGEN - OSLO

Setelah Copenhagen, Bergen & Oslo adalah kota yang kami kunjungi di Norwegia yang merupakan negara dengan biaya hidup dan penghasilan tertinggi di Skandinavia.

Setelah menempuh perjalanan selama 1,5 jam dengan SAS Airlines akhirnya kami mendarat di Bandara Fleslan Bergen (BGO).

Hotel Scandic Bergen City menjadi pilihan kami selama 2 malam di Bergen. Untuk menuju hotel ini, ada bus bandara dari Flybuss Bergen yang berhenti di seberang hotel. Perjalanan dari bandara ditempuh menuju hotel ditempuh selama 30 menit.


Somy didepan Hotel Scandic Bergen City
Bergen adalah kota terbesar kedua di Norwegia. Kemana mana bisa jalan kaki, kontur tanahnya berbukit bukit.

Brygen Quarter, salah satu UNESCO World Heritage Site, deretan rumah berwarna warni terang yang dulu berfungsi sebagai tempat nelayan karena letaknya bersebelahan dengan dermaga. Saat ini menjadi cafe/ toko souvenir. 

Pagi hari kami menyaksikan kehidupan nelayan di dermaga, open-air  fish market, dimana salmon berwarna orange terlihat fresh. Setiap mampir ke pedagang ikan, penjual dengan ramah mempromosikan dan mengiriskan potongan besar ikan sebagai tester. Terlihat kehidupan asli warga Bergen yang terasa kental kekeluargaannya. 

Jangan lewatkan untuk naik funicular, kereta kaca yang akan membawa kita keatas Mount Floyen dengan lama perjalanan 10 menit. Terlihat pemandangan seluruh kota Bergen yang dikelilingi oleh 7 bukit dan laut biarpun sedikit tertutup kabut.

Dari Bergen kami mengambil tur yang terkenal di Norwegia, "Norway in a Nutshell". One of the must try experience in Norway.

Trip dimulai dari Bergen dan berakhir di Oslo, atau sebaliknya. Jika waktu anda terbatas, bisa pilih trip yang kembali ke kota semula, misalnya berawal di Bergen dan berakhir di Bergen.
Kami berangkat dari Bergen jam 8 pagi dan tiba di Oslo jam 11 malam.

Norway in a nutshell - one way trip from Bergen to Oslo (NOK 2.960) for 2 adults.
Rute yang akan kami tempuh yaitu Bergen - Voss - Gudvangen - Flam - Myrdal - Oslo


Bergen - Voss (Kereta)
Ditempuh selama lebih kurang 1 jam, duduk di kereta dengan kursi berhadap hadapan.

Voss - Gudvangen (Bus)
Bisa menikmati pemandangan indah alam dan pedesaan, di kanan kiri jalan terlihat deretan hutan pinus, gunung hijau, sungai. Yang sangat menarik adalah bus akan menuruni bukit terjal berkelok kelok yang bikin tegang dan menahan napas, apalagi saat berpapasan dengan kendaraan lain. Pemberhentian bus terakhir di pelabuhan Gudvangen, untuk melanjutkan perjalanan dengan naik feri.

Gudvangen - Flam (Fjord Cruise)
Inilah Fjords! perjalanan naik kapal menyusuri sungai lebar, dengan tebing tinggi dipinggir sungai. 
Terlihat pemandangan desa kecil, rumah kecil bercat putih, domba domba yang merumput. 

Flam - Myrdal (The Flam Railway)
Di kota Flam, kami berhenti untuk menikmati makan siang selama 1 jam sebelum melanjutkan perjalanan ke Myrdal. Kereta yang kami gunakan adalah kereta antik berwarna hijau. Selama perjalanan, terlihat pemandangan indah seperti lembah hijau, air terjun, melewati jembatan diatas jurang. 

Myrdal - Oslo (Kereta)
Sesampainya di Myrdal, kami berganti kereta lagi dengan kereta regional untuk menuju Oslo. Perjalanan ditempuh selama 4 jam. Tiba di Kota Oslo jam 11 malam.

Biarpun lelah setelah sehari penuh melakukan perjalanan darat dan air yang indah, namun kami merasakan suatu pengalaman yang luar biasa menakjubkan.

Oslo sebagai ibukota Norwegia, namun kotanya kecil, kemana kami naik trem, metro subway dan bus sebagai transportasi. Jalur transportasi sangat mudah dipelajari dan banyak peta gratis.

Di kota ini kami menghabiskan waktu selama 2 malam dan menginap di Thon Hotel Cecil. 

Karl Johan Gate adalah shopping street terkenal terletak di depan stasiun Oslo - S, dan berakhir di Royal Palace. Pusat perbelanjaan ini hanya ada 4 blok dan Royal Palace terlihat dari jauh. Kendaraan dilarang untuk masuk di jalan ini. 

Selain pusat perbelanjaan, disepanjang jalan ini kami melewati dan berkunjung ke Gedung Parlemen, National Theater, University of Oslo dan berakhir di Royal Palace.

Vigeland Parken adalah tujuan kedua setelah Royal Palace. Sebuah taman terbuka dengan banyak patung karya seniman Norwegia.  Dari Vigeland Parken, kami mengunjungi New Opera House, yang membuat turis merasa senang disini karena arsitekturnya unik, beratap miring dan bisa naik sampai rooftop. 

Juni 2013






Pemandangan kota Bergen



Pemandangan kota Bergen setelah naik Funicular





Pemandangan alam Fjord

Pemandangan alam Fjord


Pemandangan alam Fjord




Air Terjun


Di depan kereta antik menuju Myrdal







New Opera House






COPENHAGEN

Tanggal 17 Juni kami terbang dengan SAS, Scandinacian Airlines dari Helsinki menuju Copenhagen  selama sekitar 40 menit dengan pesawat berbaling-baling dua. Proses airport lancar langsung naik kereta di pusat kota menuju Copenhagen selama 20 menit. Stasiun Kopenhagen tua tapi terawat dengan baik dan kelihatannya menjadi pusat kegiatan. Saya juga terkesiap mendengar lagu-lagu mars perjuangan berkumandang di pintu masuk stasiun dan langsung teringat sahabat di tanah air: Ananda Sukarlan, Addie MS, dan Purwacaraka. Sewaktu mengantri tiket di airport untuk menuju ke Copenhagen City kami berkenalan dengan seorang pengacara muda dari Argentinya yang simpatik namanya Sebastian. Dan dengan senang hati dia membantu membawa koper Ibu. Sesampainya di stasiun, kami mengetahui bahwa dia juga mencari hotel yang sama, Copenhagen Strar Hotels yang berada di sekitar stasiun. Walaupun kami tahu hotel itu berada di sekitar stasiun, tapi tetap kami membutuhkan arah dimana hotel itu berada dan si kondektur berbaik hati menunjukkan arahnya. Ternyata hotel itu hanya beberapa langkah dari stasiun.















Keesokan harinya kami ikut hop on hop off. Seperti negara Skandinavia lainnya, transportasi umum terintegrasi. Kereta, metro, bus, dan trem. Di sekitar hotel, hampir semua jenis makanan ada. Kami malam terakhir di Copenhagen makan malam di Madklubben Vesterbro, Vesterbgogade 62, 1620 Kobenhavn V. Restoran juara pertama kategori kelas ekonomi yang berada di 100 m dari hotel. Harganya tapi tidak murah. Makanan khasnya adalah ‘The Staff Meal” seharga 50 crown. Namun, Sommy memilih 300 gr grilled rib eye dan sallad. Kami juga makan siang dengan Capitan Vice President Maelsk Oil di Nimb Baserie, Tivoli, pusat gelanggang permainan dan taman kebanggaan orang Copenhagen, terletak di depan stasiun.










Kami juga mengunjungi Lousiana Museum of Modern Art, museum seni kontemporer terkemuka di Copenhagen, terletak di sebuah tanah yang luas di pinggir pantai yang indah. Kami naik kereta api setengah jam. Saat itu sedang berlangsung Yoko-Ono Half-a-Wind Show: A Retrospective. Di situ terdapat gallery, chidren wing, concert hall, toko, dan cafe. Kami mengunjungi Design Museum Danmark. Seperti diketahui, Denmark sangat terkenal dengan desain-desain modern. Kastil-kastil zaman medieval, gereja-gereja tua yang menjulang, dikemas keindahan alam yang begitu memukau, menarik perhatian para pengunjung.

Setelah selesai dari museum, kami mengunjungi sebuah kota kecil dengan menumpang kereta selama 10 menit, kota itu bernama Helsinger. Kota ini adalah kota kecil yang berada di pinggir pantai. Dari stasiun kami berjalan kaki 10 menit ke kastil Kronborgdimana Shakespeare konon kabarnya pernah tinggal di situ dan mengarang karya besar Hamlet.

Amalienborg Palace (The Royal Palace) adalah kediaman Danish Royal Family yang sampai sekarang masih didiami. 







Selain itu, kami melewati Stroget Street, area pusat perbelanjaan yang berada di pusat kota. Di sini kami hanya membeli magnet karena harga-harga mahal semua.

Kami juga mengunjungi icon Kopenhagen, patung Little Mermaid, yang terletak di pantai Langenine yang agak sedikit di pinggiran kota. Hal yang sangat menarik dari Kopenhagen adalah arsitekturnya yang memancarkan aura klasik. Deretan bangunan sepanjang jalan didominasi oleh dinding dengan bata merah. Suasana kota tenang dan tentram, jauh dari hiruk pikuk kota besar yang bising, walau menjadi sentral ibukota Denmark.





















Bergabungnya Denmark dalam konvensi negara Schegen tahun 2001, memudahkan akses dari dan ke negara ini. Akan tetapi, Denmark masih mempertahankan mata uangnya sendiri, Danish Kroner (1 DKK= Rp 1708), bukan Euro. Saya juga baru tahu bahwa Denmark adalah negara yang penduduknya paling bahagia dan sejahtera di dunia. Negara ini beberapa kali mendapat predikat The Happiest Country in The World, dimana indikatornya adalah faktor pendapatan per kapita, kesejahteraan hidup, tingkat kesehatan, pendidikan, angka pengangguran, dan tingkat stres penduduk.

Copenhagen sendiri, sebagai Ibu Kota, mendapat predikat #1 World’s Most Livable City and Best Design City dari Majalah terkenal, Monacle. Alasan pemberian predikat itu adalah tata kota yang sangat baik, perhatian yang tinggi terhadap isu lingkungan, sistem transportasi yang sangat baik, serta pemanfaatan renewable energy yang sustainable. Kopenhagen juga kota yang sangat bike-friendly. Mereka menyediakan sepeda untuk umum yang dipakai gratis dengan menggunakan koin
.
Kota ini juga punya tokoh yang bernama Mister Hans Christian Andersen, yang terkenal melalui sastra.

Ada kejadian lucu. Waktu naik hop on hop off menuju museum, kami nunggu bus lama banget. Kami duduk di kafe untuk mengisi waktu. Karena tidak kunjung datang, akhirnya kami memutuskan pulang ke hotel dan melanjutkan perjalanan besok. Ternyata setelah sampai di museum, kami baru tau kalau kafe tempat nongkrong kemaren hanya berjarak beberapa langkah dari museum.