Pemerintah Dorong Investasi Kawasan Konservasi


=



Kawasan Pantai Mandeh-Sumatra Barat


Kawasan konservasi perairan yang mengusung keberlanjutan ekologi diarahkan untuk juga mendatangkan nilai ekonomi. Seiring itu, sebanyak 79 kawasan konservasi perairan mulai dibuka untuk investasi.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan Hendra Yusran Siry mengemukakan, investasi kawasan konservasi diharapkan mendorong mekanisme pendanaan yang berkelanjutan dan pengelolaan kawasan secara lebih mandiri. Investasi pemanfaatan kawasan konservasi melalui kerjasama kemitraan diharapkan juga membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Saat ini terdapat total 79 kawasan konservasi perairan nasional dan daerah. Dari jumlah itu, kawasan konservasi yang dibuka untuk izin pemanfaatan yakni 61 kawasan konservasi, terdiri dari 10 kawasan konservasi nasional dan 51 kawasan konservasi daerah. Sebagian kawasan konservasi itu belum ditunjang infrastruktur memadai, di antaranya minimnya kapal pengawasan untuk kawasan.


Hutan Mangrove

”Pengelolaan kawasan konservasi perairan masih banyak yang belum optimal sehingga perlu dioptimalkan pengelolaannya. Namun, tidak seluruh kawasan konservasi bisa dimanfaatkan. Pemanfaatannya hanya pada zona penyangga,” kata Hendra, saat dihubungi, Minggu (20/11/2022).

Izin pemanfaatan mencakup antara lain penyediaan infrastruktur pariwisata alam perairan (PAP) serta penyediaan sarana atau penyewaan peralatan dan jasa pariwisata alam perairan. Hal itu mengacu pada Peraturan Menteri tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko Sektor Kelautan Dan Perikanan.

Ia menambahkan, potensi pemanfaatan kawasan konservasi perairan antara lain untuk budidaya perikanan, penelitian dan pariwisata. Adapun pengelolaan kawasan konservasi yang sudah cukup berkembang adalah Raja Ampat, yang dikelola melalui badan layanan umum daerah. Di sisi lain, banyak potensi dari kawasan konservasi untuk keberlanjutan lingkungan dan sumber daya ikan yang belum termonetisasi. Investasi di kawasan konservasi diharapkan dapat mendorong penataan kawasan, memulihkan lingkungan, dan mengurangi pencemaran.


Wisata Dolphin

”Jika kawasan konservasi dibuka untuk investasi, kawasan konservasi tidak lagi menjadi pusat biaya (cost center), tetapi dapat berperan sebagai pusat pendapatan (revenue center),” kata Hendra.

Luas kawasan konservasi perairan di Indonesia hingga saat ini adalah 28,4 juta hektar dengan luas area zona inti sebesar 0,5 juta hektar atau 1,9 persen. Pemerintah menargetkan perluasan kawasan konservasi dengan target 32,5 juta hektar pada tahun 2030 dan mencapai 97,5 juta hektar hingga tahun 2045.

Hendra mengemukakan, komitmen perluasan kawasan konservasi perairan bertujuan menjamin keberlanjutan stok ikan, melindungi cadangan karbon, serta melindungi ekosistem pesisir dan pulau-pulau kecil untuk kesejahteraan masyarakat.

Secara terpisah, Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan I Nyoman Radiarta mengemukakan, implementasi pembangunan ekonomi biru salah satunya melalui perluasan kawasan konservasi mencapai 30 persen dari seluruh wilayah perairan Indonesia. Jumlah itu meliputi 30 persen kawasan pemijahan, 58.000 hektar lamun, 211.000 hektar mangrove, 1,2 juta hektar terumbu karang, 188 juta tCO2eq stok karbon, dan aset kelautan senilai 21,5 miliar dollar AS.

Selain itu, pengembangan budidaya untuk mendorong nelayan-nelayan di zona penangkapan terukur agar dapat beralih pada budidaya yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. ”Kegiatan budidaya berkelanjutan ini juga akan mendorong penggunaan pakan yang tidak merusak lingkungan dan mengganti dengan bahan baku nabati.

 Kegiatan budidaya akan fokus pada komoditas udang, kepiting, lobster, rumput laut, dan ikan bernilai ekonomis tinggi lainnya,” kata Nyoman dalam pertemuan dengan IPB University akhir pekan lalu.


Pahlawan dan Ruang Kewargaan




Pembungkaman berpendapat memundurkan demokrasi karena demokrasi butuh kritik dan penyeimbang kekuasaan. Namun, hari ini, kita patut merenungkannya dalam konteks Hari Pahlawan.

Hari ini adalah hari terbaik untuk merefleksikan kembali soal kepahlawanan. Mengapa seseorang diberi gelar pahlawan? Kapan dan apa yang membuat seseorang menjadi pahlawan atau penjahat?

Pahlawan, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, adalah orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran; pejuang yang gagah berani.
Nyatanya, pahlawan kerap kali ditentukan oleh yang berkuasa. Seseorang bisa menjadi pahlawan pada suatu waktu oleh suatu kelompok atau dianggap penjahat oleh kelompok yang lain. Begitu pun banyak pahlawan—orang yang membela kebenaran—yang bisa muncul dalam ruang-ruang yang luasnya ditentukan oleh penguasa.

Secara administratif, sebutan pahlawan disematkan oleh pemerintah, serupa gelar. Seperti halnya pemberian ”bintang jasa”.

Kerap terjadi, yang diberi gelar pahlawan atau diberi bintang jasa oleh negara ada di lingkaran elite, yaitu yang namanya bisa masuk catatan sejarah, karena verifikasi negara membutuhkan dokumen dan pengakuan otoritas. Seseorang bisa menjadi pahlawan karena posisinya sebagai komandan perang, pembuat kebijakan, dan tentunya pejabat. Bahkan, bintang jasa diberikan secara otomatis kepada kepala-kepala lembaga negara dalam kondisi tertentu.

Padahal, pahlawan-pahlawan sesungguhnya tidak dilahirkan oleh pemerintah. Pemerintah menyematkan gelar pahlawan secara formal belaka. Namun, pahlawan lahir dari sebuah situasi yang membutuhkan perbaikan. Maka, ia bisa lahir kapan saja dan dari kalangan mana saja.

Pahlawan adalah orang-orang yang menyebarluaskan gagasan kemerdekaan pada saat membincangkan kemerdekaan dilarang.

Ketika pemikiran perlawanan dilarang dicetak, mereka justru menerbitkan surat kabar bawah tanah. Waktu rakyat pribumi terlalu miskin untuk pergi ke dokter, mereka yang berpendidikan kedokteran merawat dan menyembuhkan tanpa bayaran. Benang merahnya: mereka melawan untuk membela sesama, dalam rangka mempraktikkan peran kewargaan (civic) mereka dalam sebuah ruang kewargaan (civic space).


Hak asasi manusia
Sayangnya, ruang kewargaan ini yang sekarang menyempit. Warga yang mempertahankan tanah adat milik leluhurnya ataupun aktivis yang mendiskusikan benturan kepentingan pejabat yang merugikan warga, justru ditekan atau diproses atas nama hukum yang tidak adil. Bahkan, jurnalis yang sedang membela kebenaran dengan menyuarakan ketidakadilan juga mendapat ancaman dan tekanan.

Hari-hari ini negara menyempitkan, bahkan menutup, ruang ini dengan setidaknya tiga cara: penggunaan kekerasan fisik, penggunaan tekanan melalui media digital, dan penggunaan tekanan hukum (judicial harassment).

Data dari Amnesty International Indonesia yang baru dirilis pada Oktober 2022 menunjukkan, sejak Januari 1999 sampai Mei 2022, ada 332 orang yang dijerat dengan pasal pencemaran nama dalam Undang-Undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Laporan yang sama mencatat, 834 korban kekerasan fisik dan digital. Ada 90 kasus serangan digital berupa peretasan dan doxing (penyebarluasan data pribadi) dengan 148 korban.

Repotnya, saat kasus-kasus semacam ini didiskusikan, pemerintah selalu lepas tangan dengan dalih bukan aparat negara yang melakukannya.

Padahal, kasus-kasus itu seharusnya serius ditangani bukan hanya untuk membuktikan bahwa bukan aparat negara yang melakukannya, tetapi lebih dari itu: kewajiban negara melindungi hak asasi warganya sudah timbul. Sebab, kasus-kasus di atas pada hakikatnya adalah pelanggaran hak asasi manusia, yaitu hak atas kebebasan berpendapat.

Kita paham, pembungkaman berpendapat memundurkan demokrasi karena demokrasi butuh kritik dan penyeimbang kekuasaan. Namun, hari ini, kita patut merenungkannya dalam konteks Hari Pahlawan, hari saat para pembela kebenaran dan keadilan diingat dengan rasa terima kasih.

Pahlawan bisa dikenal sebagai pahlawan tetapi juga penjahat, tergantung siapa yang berkuasa. Bisa jadi, orang-orang yang belakangan dipanggil polisi dan diperlakukan sebagai penjahat sesungguhnya adalah pahlawan karena mereka berjuang untuk keadilan.

Negara yang menutup ruang kewargaan untuk mempertahankan keadilan hanya akan merayakan pahlawan-pahlawan masa lalu dari kalangan elite; bukan menciptakan ruang bagi pahlawan-pahlawan baru untuk Indonesia yang lebih baik.

Selamat Hari Pahlawan!

Kelahiran Badak Sumatera

Badak sumatera Rosa bersama anaknya di Suaka Rhino Sumatera
Taman Nasional Way Kambas, Lampung.



 Ibarat menanti kelahiran bayi setelah berulang kali keguguran, campur aduk begitulah perasaan kita mendengar kabar kelahiran badak sumatera.

Anak badak betina belum bernama itu lahir setelah induknya delapan kali keguguran sejak bunting pertama Desember 2020. Harian Kompas menampilkan foto anak badak itu di halaman utama, Selasa (29/3/2022). Informasi awal kelahiran disampaikan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sehari sebelumnya. 

KLHK baru mengumumkan kelahiran badak sumatera (Dicerorhinus sumatrensis) kepada publik setelah empat hari kelahirannya, Kamis (24/3/2022) pukul 11.44 WIB. Anak badak itu lahir di Suaka Rhino Sumatera Taman Nasional Way Kambas, Lampung.
Anak badak ini hasil perkawinan badak betina Rosa dan badak jantan Andatu. Kelahiran Andatu sepuluh tahun lalu juga tak kalah dramatis dibandingkan dengan anaknya.

Andatu lahir di Suaka Rhino Sumatera pada 23 Juni 2012. Andatu tercatat sebagai badak sumatera pertama di Asia yang lahir dalam penangkaran selang 124 tahun, sejak kelahiran anak badak sumatera terakhir di Kebun Binatang Kalkutta, India.

Seluruh proses persalinan Rosa diawasi tim dokter hewan dari Yayasan Badak Indonesia, seperti Ni Made Ferawati, Aprilia Widyawati, Vidi Saputra, dan dikoordinasikan oleh Zulfi Arsan. Para perawat satwa yang membantu, antara lain, Sugiyanto, Soca Adi Fatoni, dan Lamijo.

Dokter hewan lain yang terlibat, antara lain, Dedi Candra dari KLHK, Diah Esti Anggraini dari Rumah Sakit Gajah, Bongot Huaso Mulia dari Taman Safari Indonesia, dan Muhammad Agil dari IPB University.

Kelahiran anak badak sumatera itu menunjukkan kepada dunia keberhasilan upaya konservasi spesies mamalia besar di Indonesia.

Pentingnya kelahiran badak ini bagi dunia ditunjukkan pula dengan kehadiran drh Scott Citino dan perawat satwa senior Paul Reinhart dari Amerika Serikat (AS). Kita sepakat dengan pernyataan KLHK, kelahiran anak badak sumatera itu menunjukkan kepada dunia keberhasilan upaya konservasi spesies mamalia besar di Indonesia.

Kelahiran anak badak ini menambah jumlah badak di Suaka Rhino Sumatera menjadi delapan ekor. Selain Rosa dan anaknya, badak betina lain ialah Bina, Ratu, dan Delilah. Selain Andatu, badak jantan lainnya ialah Andalas dan Harapan. KLKH juga mencatat, lima anak badak jawa lahir di habitat alami, di Taman Nasional Ujung Kulon, Banten, pada 2021.

Kita sepakat dengan pernyataan Menteri LHK Siti Nurbaya atas kelahiran badak sumatera ini, bahwa perlu terus berkomitmen menjaga dan mengelola secara lestari keanekaragaman hayati, untuk kepentingan nasional dan dunia, masa kini dan masa mendatang.

John Kerry : Kedaulatan Energi Terletak di Energi Baru Terbarukan



Utusan Khusus Presiden Amerika Serikat untuk Urusan Iklim John Kerry.



Usaha mengurangi emisi menghadapi tantangan lebih besar belakangan menyusul sejumlah tantangan. Bagaimana pandangan Utusan Khusus Presiden Amerikat Serikat untuk Urusan Iklim John Kerry? Kompas mewawancarainya.


Panel Lintas Pemerintahan untuk Urusan Perubahan Iklim pada laporan per Februari 2022 menyebutkan, agregasi pengurangan emisi dari kontribusi yang ditetapkan oleh setiap negara saat ini hingga 2030 tak akan mampu membatasi pemanasan global hingga 1,5 derajat celsius dari masa sebelum Revolusi Industri pada abad ke-19.

Angka yang lebih realistis ialah membatasi kurang dari 2 derajat celsius. Ini pun hanya bisa tercapai jika upaya pengurangan dilakukan lebih progresif dan masif.

Suhu Bumi naik 1,5 derajat celsius saja sudah menimbulkan perubahan iklim yang menyebabkan cuaca ekstrem, apalagi jika tembus 2 derajat celsius atau bahkan 3 derajat celsius. Emisi gas rumah kaca—penyebab pemanasan global—terutama berasal dari ketergantungan dunia pada bahan bakar fosil.

Dalam Konferensi Tingkat Tinggi Ke-26 Urusan Iklim (COP26) di Skotlandia tahun lalu, dunia menyepakati, pada 2050, Bumi harus tidak lagi menghasilkan emisi sama sekali. Caranya, beralih ke energi baru terbarukan (EBT).

Suasana sidang pleno COP26 Pertemuan Puncak Iklim PBB di Glasgow, Skotlandia, Sabtu (13/11/2021). (AP Photo/Alberto Pezzali)

Namun, situasi dunia mutakhir justru menunjukkan, tantangan makin besar, terutama karena negara-negara adidaya makin konfrontatif dengan lawan mereka sehingga menciptakan hambatan-hambatan.

Kompas berkesempatan mewawancarai Utusan Khusus Presiden Amerikat Serikat (AS) untuk Urusan Iklim John Kerry guna membicarakan tantangan itu. Berikut petikan wawancara melalui telepon dari Jakarta, Kamis (1/9/2022), saat Menteri Luar Negeri AS periode 2013-2017 itu berada di Nusa Dua, Bali, untuk menghadiri Pertemuan Menteri Lingkungan Hidup G20.

Aktivitas nelayan di Pasar Ikan Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (5/8/2022). Pemerintah berencana memperluas wilayah konservasi laut menjadi 30 persen dari total luas lautan Indonesia. Perluasan kawasan konservasi itu bertujuan meningkatkan populasi ikan dan serapan karbon. KOMPAS/AGUS SUSANTO (AGS) 5-8-2022


Bagaimana kelanjutan misi mewujudkan nirkarbon di kawasan ini?
Pertama-tama, saya meluruskan bahwa Eropa tidak kembali ke energi fosil. Mereka tetap memegang komitmen nirkarbon per 2030. Memang situasi kini sangat pelik. Rusia baru saja menghentikan aliran gas di pipa Nord Stream 1 dan Eropa tengah memasuki musim dingin.

Eropa terpaksa untuk sementara waktu memperpanjang pemakaian energi fosil, terutama batubara. Akan tetapi, hal itu tidak untuk jangka waktu lama, hanya demi memenuhi kebutuhan mendesak sekarang. Pada saat bersamaan, upaya pengalihan energi sepenuhnya ke EBT terus berjalan.

Setelah krisis keamanan ini berakhir, kita semua tetap harus mengejar target dekarbonisasi. Nanti Eropa, AS, dan negara-negara maju lain harus bekerja berkali-kali lipat guna memenuhi komitmen pada 2030 tersebut.

Bagaimana dengan China? Ketegangan dengan negara ini membuat kerja sama dekarbonisasi dengan AS berhenti.

Saya tidak memakai istilah berhenti. Istilah yang tepat ialah ditangguhkan. Artinya, suatu saat—diharapkan secepatnya—kerja sama bilateral ini kembali berjalan.
Di dalam negeri, China terus mewujudkan target dekarbonisasi. Bahkan, mereka sekarang merupakan produsen EBT terbanyak di dunia. (Dalam wawancara dengan Financial Times di Athena, Yunani, 30 Agustus 2022, Kerry mengungkapkan penjajakan dengan China terus dilakukan agar kerja sama peralihan energi bisa berlangsung kembali sebelum COP27 di Mesir, November mendatang).

Dalam COP26 negara-negara berkembang dan miskin mengajukan keberatan mengenai target dekarbonisasi. MMereka keberatan karena tidak punya dana, teknologi, dan sumber daya manusia untuk beralih ke EBT dalam waktu cepat. Ada pula alasan peralihan ke EBT ini menghalangi pertumbuhan ekonomi. Bagaimana menurut Anda?

Justru krisis energi ini menunjukkan kepada kita betapa ketergantungan terhadap energi fosil sama sekali tak menguntungkan siapa pun. Begitu energi fosil tidak bisa diekspor atau terkendala sedikit saja, kita semua lumpuh dan harga komoditas meroket. Kedaulatan energi suatu negara hanya bisa dicapai melalui EBT.

Saya sekarang berada di Bali, menikmati sinar matahari yang cerah. Ini adalah sumber energi yang masif dan gratis. Kenapa tidak bisa dimanfaatkan? Apabila alasannya adalah biaya yang mahal, sejatinya menunda peralihan energi akan memakan biaya jauh lebih banyak dibandingkan dengan melakukan investasi sekarang.

Setiap negara sejatinya memiliki potensi berdikari secara energi. Ada negara seperti Indonesia yang dikaruniai sinar matahari sepanjang tahun. Ada negara-negara dengan embusan angin kencang. Banyak pula negara dengan panas bumi. Setiap negara, bahkan wilayah, memiliki potensi kemandirian energi masing-masing.

Tanpa ada aksi nyata, semua komitmen dekarbonisasi ini bagi negara-negara berkembang dan miskin terkesan seolah negara-negara maju menggurui mereka. Seperti apa cara menjembataninya?

Betul. Prinsip harus diikuti dengan penerapan nyata. Negara-negara berkembang silakan melihat bahwa negara-negara maju melakukan kesalahan. Perekonomian dan industri kami maju dengan mengorbankan alam.

Sekarang, negara maju menjadi produsen 80 persen gas rumah kaca global. Biaya yang dikeluarkan negara-negara maju untuk peralihan ke EBT jauh lebih besar daripada wilayah lain di dunia.

Negara-negara berkembang dan miskin secara kolektif menghasilkan 20 persen emisi global, tetapi jika dipecah-pecah, emisi per negara relatif kecil. Kita harus melihatnya sebagai kesempatan untuk membangun ketahanan energi masing-masing dengan mengedepankan target nirkarbon per 2050. Kerja sama antara negara maju dan berkembang- miskin wajib dilakukan. Kuncinya terletak pada kemauan politik kedua belah pihak.

Teknologi berkembang luar biasa. Baterai, misalnya, kini dapat menyimpan lebih banyak energi dalam waktu yang lebih lama dan melepaskannya dalam kekuatan lebih besar. Ada teknologi hidrogen biru ataupun hijau. Ada pula teknologi penangkapan karbon. Kajian-kajian global ataupun lokal terus berjalan. Saya optimistis ini semua bisa mewujudkan Bumi bebas karbon.

Bagi negara-negara berkembang, hal itu memberikan pilihan yang banyak karena mereka masih harus membangun banyak pembangkit listrik. Sekarang landasan pemikirannya bukan hanya pembangkit listrik yang bisa menyediakan energi secara masif, tetapi juga harus melihat aspek ramah lingkungan, harga terjangkau, bisa diakses oleh semua kelompok masyarakat, dan bekelanjutan.

Artinya, negara-negara berkembang memiliki kemerdekaan memetakan potensi EBT di setiap wilayah mereka. Pendekatannya beragam, mungkin ada daerah yang memerlukan pembangkit-pembangkit listrik kecil, tapi ada daerah yang pas untuk membangun pembangkit listrik berkapasitas besar.

Keputusan berada di tangan setiap negara dan wilayah. Kerja sama dengan negara-negara maju sangat penting. Selain mengenai sponsor dan pembiayaan, kerja sama juga terkait peningkatan kapasitas sumber daya manusia, transfer teknologi, dan penelitian bersama.

Bagaimana pendapat Anda mengenai komitmen dekarbonisasi dari Indonesia?
Saya melihat, dari sisi komitmen, pemerintahan Presiden Joko Widodo sudah baik. Ada berbagai kerja sama dengan negara-negara lain untuk mewujudkan Indonesia nirkarbon yang diturunkan dalam misi untuk pulih dari pandemi Covid-19. Selama empat tahun terakhir, ada perkembangan pengurangan deforestasi di Indonesia.

Saya juga akan berbicara dengan sejumlah menteri serta wakil-wakil kementerian/lembaga lainnya. Semoga dapat tercapai kesepakatan. AS dengan senang hati menawarkan pendanaan, teknologi, serta peningkatan kapasitas bersama untuk dekarbonisasi.


Menerobos Konsep Umum, Bandara Banyuwangi Menangi Aga Khan Award

Atap Bandara Blimbingsari Banyuwangi berupa hamparan rumput. Foto ini diunggah di website resmi AKDN.org, Desain Bandara Blimbingsari dan rumah tumbuh di Batam terpilih menjadi 20 nominator penerima Aga Khan Award. periode 2017-2022.



Bandara Banyuwangi yang didesain oleh Andra Matin ini memenangi penghargaan karena dianggap memiliki arsitektur yang mengusung nilai-nilai pembaruan. Bandara ini menerobos konsep bandara yang pada umumnya tertutup.


Bandara Banyuwangi di Jawa Timur meraih penghargaan dunia Aga Khan Award for Architecture 2022. Bandara itu menyisihkan 463 bangunan dengan arsitektur terbaik dari seluruh dunia.

Bandara Banyuwangi yang didesain oleh arsitek Andra Matin ini memenangi penghargaan karena dianggap memiliki arsitektur yang mengusung nilai-nilai pembaruan. Bandara ini menerobos konsep bandara yang pada umumnya tertutup dan eksklusif.

Penghargaan Aga Khan Award diterima oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Royal Opera House of Muscat Arts, Muscat, Oman, Senin (31/10/2022) malam waktu setempat atau Selasa (1/11) pagi. Selain dihadiri para arsitek terkenal dari seluruh dunia, acara dihadiri Putra Mahkota Kerajaan Oman Theyazin bin Haitham Al Said serta Princess Zahra Aga Khan.

”Tidak seperti bangunan bandara lain, yang kerap merupakan tempat kedap,tertutup, dan terasing dari lingkungan sekitar, Bandara Banyuwangi adalah perlawanan elegan terhadap bentuk bandara pada umumnya,” tulis para juri dalam keputusan pemenang lewat rilis Pemkab Banyuwangi, Senin (1/11).

Dalam penilaian juri independen, Bandara Banyuwangi disebut menghindari gaya internasional standar yang dianut sebagian besar bandara di dunia. Bandara ini justru membawa identitas sekaligus memori budaya lokal. Desain lokal terlihat dari atap bandara yang bernuansa tradisional berbentuk ikat kepala suku Osing yang merupakan masyarakat asli Banyuwangi.

Bandara ini juga didesain ramah lingkungan dengan memanfaatkan serambi (overhang) yang lebar dan dinding-dinding dari bilahan kayu ulin bekas yang semi-terbuka. Dinding terluar yang semi-terbuka itu mampu membuat aliran udara masuk dengan mudah ke ruangan-ruangan dan mengurangi penggunaan pendingin udara. Kolam ikan di dalam dan luar dinding serta pepohonan dan rumput di halaman juga turut membantu meredam suhu panas tropis daerah ini sekaligus memberi kesan alami.

Bandara ini bisa menjadi paradigma baru dan game changer di waktu mendatang dalam arsitektur bandara.

Saat mulai dibangun pada 2016, Bupati Banyuwangi saat itu, Abdullah Azwar Anas, bersama arsitek Andra Matin memilih menekankan nilai-nilai lokal, fungsionalitas, dan pemeliharaan berbiaya rendah dalam pemilihan material, tetapi tetap memiliki nilai modern dan efisien dalam segala aspek.

Bupati Banyuwangi Ipuk Festiandani (tengah) menerima penghargaan Aga Khan Award for Architectur 2022 di Muscat, Oman, Senin (31/10/2022) malam waktu setempat. Bandara Banyuwangi memenangi penghargaan ini setelah menyisihkan 463 nomine di seluruh dunia.

Skema pembangunan yang diterapkan bersandar pada sumber daya lokal, memakai teknologi tepat guna, dan menerapkan prinsip-prinsip desain pasif vernakular atau bertumpu pada arsitektur rakyat.

”Bandara ini bisa menjadi paradigma baru dan game changer di waktu mendatang dalam arsitektur bandara,” kata dewan juri.

Lebih jauh, para dewan juri juga menilai, arsitektural Bandara Banyuwangi juga memiliki dampak luas terhadap masyarakat. Seperti halnya mengharmonisasi keberadaan bandara dengan alam di sekitarnya. Kawasan di sekitar bandara diproteksi sebagai lahan hijau dengan lanskap persawahan.

Arsitek Andra Matin, peraih penghargaan Aga Khan Award 2022

”Salah satu unsur penilaiannya termasuk bagaimana karya itu berdampak pada banyak manusia di sana dan di sekitarnya,” tutur Andra Matin yang turut hadir di Oman.

Salah satu unsur penilaiannya termasuk bagaimana karya itu berdampak pada banyak manusia di sana dan di sekitarnya.

Ipuk Fiestiandani mengungkapkan kehadiran bandara ini, selain capaian di bidang arsitektur dan menjadi penanda daerah, juga telah mampu menggerakkan perekonomian lokal dengan kemudahan akses ke Banyuwangi.

”Bandara menjadi salah satu pengungkit kemajuan Banyuwangi. Semoga ini berkah manfaat. Membawa kebanggaan. Menghadirkan keberkahan. Meningkatkan kesejahteraan warga,” ujar Ipuk.

Dinobatkannya Bandara Banyuwangi sebagai pemenang Aga Khan Award for Architecture juga membuat warga Banyuwangi bangga. Joko Sulistyo (43) warga yang sehari-hari menjadi pemandu wisata mengatakan, bandara ini bisa menjadi bagian dari destinasi baru Banyuwangi. "Turis-turis, dari dulu banyak yang suka dengan konsep bandara ini. Beberapa yang mengerti arsitektur malah maunya diajak keliling ke tempat-tempat seperti ini," kata Joko.

Selain Bandara, sejumlah tempat yang memiliki arsitektur modern namun unik di antaranya Pendopo Kabupaten Banyuwangi, tempat wisata Grand Watu Dodol, dan Taman Makam Pahlawan Sayu Wiwit yang juga berfungsi sebagai tempat berkumpul anak muda.

Muhammad Nawi (56), pemain musik tradisional pun senang karena daerahnya kini jadi terkenal. Menurutnya Udeng (penutup kepala) yang ia pakai sehari-hari bisa go internasional lewat desain bandara.