Museum Danar Hadi



Welcome to Danar Hadi Antiques Batik Museum

Ketika mengunjungi Solo beberapa minggu yang lalu, saya sempat singgah di Museum Danar Hadi. Museum Danar Hadi mengisahkan sejarah batik melalui jalinan warna dan motif yang terwujud dalam helai - helai kain batik yang indah. tersaji 600 helai batik kuno hingga kontemporer, masing-masing coraknya dan kehalusannya akan memukau pengunjung. 

Simak batik keraton yang tiap coraknya memiliki kisah dan makna beragam. Dapat pula dipelajari bagaimana mata pencaharian masyarakat dapat mempengaruhi keragaman batik. Ada pula motif - motif unik hasil perpaduan cerita dongeng asing dengan batik. Jangan lewatkan kesempatan melihat langsung proses pembuatan batik tulis maupun batik cap, serta proses pewarnaannya di area produksi Pabrik Batik Danar Hadi.
Pembuatan Batik Tulis
Suasana di Pabrik Batik Danar Hadi
Pembuatan Batik Cap

Museum Danar Hadi dibuka  Setiap hari, kecuali tanggal 17 agustus dan hari Raya Islam Pukul : 09.00 - 16.30. Alamat Museum Danar Hadi : Brigjen. Slamet Riyadi 261, Surakarta 57141, No. Telp: +62. 271 714 326.  Bea Masuk ke dalam Museum Danar Hadi untuk pengunjung umum Rp. 25.000,- dan untuk mahasiswa atau pelajar Rp. 15.000,- dengan menunjukan kartu pelajar.

Setelah lelah berkeliling melihat proses pembuatan batik saya pun singgah sejenak untuk menikmati suasana di sekitar Museum Danar Hadi yaitu sebuah restoran dengan nuansa exterior maupun interior kolonial yang homy sekali keunikan perpaduan antara arsitek Belanda & Jawanya yaitu  Soga Restoran & Lounge. Restoran ini sengaja dibangun untuk melengkapi fasilitas yang ada di House of Danar Hadi yang didirikan oleh Bp. H Santosa Doellah, merupakan tempat tujuan wisata terpadu dengan keelokan dan kemewahan layaknya sebuah istana dan semuanya itu dikemas dalam one day shopping. 


 

Para pelanggan pun dibuat merasa nyaman dan tenang untuk menikmati suasana area SOGA Restaurant & Lounge yang dilengkapi dengan : Akses internet gratis Wifi, international TV, Ruangan ber Ac & Alunan Musik Piano juga instrument Tradisional Musik Jawa.  

Ada beberpa menu yang disajikan di Soga Restaurant & Lounge yaitu menu Kolonial terdiri dari Aurora voorgerecht, Perahoe Kipragout, Colonial Pasta, Pannekoeken, Pofrertje dan menu Tradisional khas masakan Jawa seperti iga bakar bumbu Jawa, Ayam bakar madu, Nasi Soerakarta Hadningrat, Nasi bakar mbak minil, sup buntut bakar. Selain itu Soga Restaurant & Lounge juga menyediakan paket set menu, Prasmanan maupun Ristjafle.


Ubud Writers & Readers Festival (UWRF)


Untuk ke-8 kalinya UWRF diselenggarakan di Ubud pada tanggal 5 - 9 Oktober 2011. Upacara pembukaan dilakukan di Puri Ubud dengan menyuguhkan tarian Bali kelas 1 yang jarang kita lihat. 

Tahun ini temanya adalah Nundurin Karang Awak, diterjemahkan  Cultivate the Land Within. Tema ini diangkat dari judul gaguritan, karya sastrawan Bali Ida Pedanda Made Sidemen. Menurut Harper Bazaar, Uk "Among the Top Six Best Literary Festival in The World".  Sponsor utama acara ini Bank ANZ. UWRF digerakan oleh Janet De Neefe, Jane Fuller, Jeni Caffin, Roberto Aria Putra, Kadek Purnami. Ada program baru yang penting tahun ini  yaitu Children & Youth.

Janet De Neefe &  Sapta Nirwanda (Sekjen Menbudpar)
Beberapa penulis terkenal hadir diantaranya yaitu Andrea Hirata, Djenar Maesa Ayu, Gouri Mirpuri ( istri duta besar Singapore di Indonesia), Juan Gabriel Vasques (Penulis Colombia yang bermukim di Barcelona), Putu Wijaya, Rosa Herliany (Ratu puisi dari magelang), Tariq Ali (Penulis Papkistan), Trinity (Ratu pengelana dari Jakarta) dan Avianti Armand (arsitek jebolan UI yang gemar menulis). 

DSP & Trinity


Selena Godden (penulis Inggris) ,Andrea Hirata, Ajay Mathur ( Vice President Bank ANZ)

Juan Gabriel Vasquez ( Penulis Columbia)
Beragam program acara yang disajikan UWRF seperti debat diskusi, pemutaran film, pesta sastra, workshop dan lainya yang tersebar di lebih dari 40 tempat disekitar Ubud.  Acara ini diharapkan dapat memberikan inspirasi kepada para peserta agar mengisi hidup ini dengan ilmu pengetahuan dan keluhuran budhi.

Suasana diskusi

Note Worthy



Earlier this year the virtuosic Japanese - American violinist Shunske Sato, who has performed with major orvhestras across the US and Europe, made his London debut. Ordinarily you might expect an artist of his calibre to perform at, say, the Barbican of Festival Hall. Indeed, when Sato next plays here, it will be at Cadogan Hall, which has a capacity of nearly 1.000. Last April's concert, however, took place in the elegant and expansive drawing room of Sir Vernon Ellis's London Home before an invited audience of 100 or so friends, philanthropists and figures from the music world. 

For those privileged enough to be there, it was a rare chance to hear chamber music in the sort of intimate setting for which it was intended. For the soloist, it was an opportunity to try out a fiendishly exacting programme, culminating in Paganini's showstopper Moto Perpetuo, which he had never previously attempted before an audience . (How we applauded Sato's panache and bravura speeds.) And for the academy of Ancient Music, the orchestra in whose music director, Richard Egarr, also performed, it was a platform from which to launch its 2011/12 season of concert and appeal to raise 75,000 towards underwriting it. 

Best known for his longstanding role  as international chairman of Accenture, Sir Vernon Ellis is one of the UK's leading supporter of the arts, with gifts totaling more than 7m in recent years, and was knighted "for service to music" in this year's New Year's Honours. He was inspired to start hosting concert at home, he says, principally by the idea of being able to give performers a platform early in their careers - an opportunity to play before a responsive audience . But it was also a way to enable arts organisations to fundraise. 

Similarly,  Bob Boas, The Former MD of the investment bank SG Warburg, who, with his wife, Elisabeth, has been hosting private concert at their London home for the past decade.Their two storey apartment can comfortably seat up to 75, and has a near perfect acoustic .  In some  months they host as many as 10 concerts , often in aid of organisations that support young musicians. The calibre of the artists, from soloist to chamber orchestras such as Manchester Camerata and the Gabrieli Consort, is invariably outstanding, and the breadth of repertoire eclectic. 

For the musicians , these concert offer an opportunity to get closer to their audience. Ask any musicians about such an experience and they will use the world "rapport" for live music is to a great extend about communication. And if opening one's home in this way can be leveraged to raise many too, than so much the better.

House Music :
- Academy of Ancient Music, 01223-301-509;www.aam.co.uk
- Classical Opera Company, Britania House, 11 Glenthorne Road, London W6 (020-8846 9744; www.classicalopera.co.uk)
- Florian Leonhard, 3 Frognal Lane, London NW3 (020-7813 3307;www.florianleonhard.com).
- London Music Masters, 3 London Wall Buildings, London EC2 (020-7216 4737; www.londonmusicmasters.org). Nicholas Boas Charitable Trust,www.nocholasboastrusts.org.uk).
- Vernon Ellis Foundation, www.vef.org.uk

Source: howtospendit.com

Kado Kejutan Ulang Tahun Goenawan Mohamad ke 70

Goenawan Mohamad (GM) yang berusia 70 pada tanggal 29 Juli 2011, diberikan kado kejutan oleh sahabat sahabatnya, sebuah buku. Buku ini bukan biografi, melainkan sebuah catatan aneka kegiatan GM oleh orang orang yang mengenalnya cukup dekat, baik secara pribadi maupun aktifitasnya di berbagai bidang.


Jilal Mardhani memberikan kata sambutan
GM akan dilihat dari lima jurusan: sebagai penyair, wartawan-esais, aktifis politik, dramawan dan sebagai kawan. 


Ide buku ini dicetuskan oleh M. Jilal Mardhani dan dikerjakan hampir dua bulan oleh editor Hamid Basyaib. Hermawan Tanzil dan tim LeBoYe yang ikut menyeleksi dan menyusun flow foto dan mendesain sampul untuk menangkap "persis" sosok GM. Buku tebal dengan 211 halaman ini diberi judul "Goenawan Mohamad enak dibaca dan perlu" , dicetak di kertas Curtis Retreeve, Eco White, 104 gr dari Paperina. Gambar sampul foto Oscar Motuloh dari sketsa karya Srihadi Soedarsono.


Cover Buku Goenawan Mohamad

Dibarengi dengan foto-foto hasil karya dan kurasi Oscar Motuloh yang memuat ide dan kejituan pandang, terdapat 31 tulisan (6 diantaranya merupakan wawancara) dari kontributor yang sukarela menyumbangkan tulisan di buku ini antara lain : Marsillam Simanjuntak, Ciputra, Arifin Panigoro, Bambang Harymurti, A.Mustofa Bisri, Boediono, Putu Wijaya, Fikri Jufri, Leila S. Chudori, Jakob Oetama, Bondan Winarno, Marco Kusumawijaya, Todung Mulya Lubis, Sapardi Djoko Damono, dll.


GM & DSP
Acara syukuran sekaligus pemberian kado kejutan ini diadakan tanggal 25 Juli 2011 di Griya Jenggala, Jakarta Selatan. Diawali dengan doa oleh Fikri Jufri, pemotongan tumpeng, makan malam dan diakhiri dengan penandatanganan buku oleh GM.



Fikri Jufri & GM