Padang Panjang Menuju ”Kota Keju”

Oleh ISMAIL ZAKARIA


Produk olahan susu sapi, keju, ditunjukkan, Sabtu (7/7/2018). Keju disiapkan sebagai salah satu produk olahan baru dari Kota Padang Panjang, Sumatera Barat.

PADANG PANJANG, KOMPAS — Keju disiapkan menjadi produk olahan susu segar yang dihasilkan peternak sapi perah di Kota Padang Panjang, Sumatera Barat. Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian mengembangkan keju di sana dengan meluncurkan ”Rumah Keju”, cikal bakal unit pengolahan keju di Padang Panjang, Sabtu (7/7/2018).
Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian Risfaheri pada Peluncuran ”Rumah Keju”, Demo, dan Bazar Keju Serta Aneka Olahan Susu di Gedung M Syafei Padang Panjang, mengatakan, Padang Panjang dipilih karena salah satu daerah di Sumbar yang terkenal sebagai penghasil susu segar.
Berdasarkan data Dinas Pangan dan Pertanian Kota Padang Panjang, ada sembilan kelompok peternak sapi perah dengan total peternak 100 orang. Setiap hari mereka memproduksi 1.600-1.800 liter susu segar. Sekitar 54 persen susu segar di Sumbar dari Padang Panjang. Selain dikonsumsi di Sumbar, susu segar dikirim ke Pekanbaru (Riau), Batam (Kepulauan Riau), dan Jambi.
”Susu segar itu sebagian besar dikonsumsi. Dengan pengembangan keju ini, jika tidak kuat dipasarkan dalam bentuk susu segar, bisa dalam bentuk olahan seperti keju,” kata Risfaheri, Sabtu kemarin.
Program pengembangan keju  itu bagian dari upaya mendorong pengembangan daerah-daerah baru agar tak hanya terpusat di Jawa. ”Kalau di Jawa, seperti Jawa Barat, sudah banyak. Perlu pembangunan di daerah baru,” katanya.
Menurut Risfaheri, Sumbar berpeluang besar menjadi produsen keju karena sudah menjadi produsen susu. Apalagi, Sumbar adalah daerah wisata.
Demi memastikan mutu keju di Padang Panjang sesuai harapan, kata Risfaheri, pihaknya tidak hanya mengajarkan bagaimana membuat keju, tetapi juga menyediakan bahan seperti starter dan rennet, peralatan, tenaga pendidikan, serta teknisi.
Keju produk lokal Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, ditunjukkan di Rumah Keju, Sabtu (7/72018).
Untuk bersaing dengan produsen keju besar memang belum bisa. Yang terpenting, produk keju Padang Panjang  menjangkau masyarakat sekitar.
”Paling tidak, keju untuk wilayah Padang Panjang dan Sumbar tidak lagi dari luar, tetapi sepenuhnya dari Padang Panjang, termasuk daerah lain di Sumbar yang juga mengembangkan keju, seperti Limapuluh Kota dan Payakumbuh. Peluangnya besar apalagi tren produk makanan dengan campuran keju semakin meningkat,” kata Risfaheri.
Mereka tidak akan membantu penjualan langsung ke pasar, tetapi menjembatani produk-produk keju dari Padang Panjang ke pembelinya melalui pameran. Hal serupa juga akan dilakukan oleh pemerintah daerah.
”Melalui program ini, kami coba mencari model yang nantinya bisa dikembangkan juga oleh pemerintah daerah atau direktorat jenderal terkait,” katanya.
Ditunggu-tunggu
Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kota Padang Panjang Syahdanur menambahkan, program pengembangan keju dari Balai Besar Litbang Pascapnen Pertanian memang sangat ditunggu peternak sapi perah Padang Panjang. Apalagi, mereka telah menandatangani nota kesepahaman di Bogor pada Januari 2018.
”Selama ini, peternak kami hanya menjual susu segar dalam bentuk pasteurisasi dan yogurt. Program ini menambah diversifikasi produk. Artinya, dengan adanya olahan lain, seperti keju, mozarella, dan lainnya, nilai ekonomis dari susu itu akan bertambah,” kata Syahdanur.
Saat ini, susu segar di kandang dijual Rp 7.000 per liter. Artinya, jika susu yang dihasilkan sekitar 11 liter, nilai jualnya hanya Rp 77.000. Sementara, dengan 11 liter susu segar itu, peternak bisa menghasilkan 1 kilogram keju yang dijual dengan harga sekitar Rp 150.000.
”Memang susu segar produksi Padang Panjang selalu habis terserap pasar. Namun, ada waktu tertentu, seperti libur sekolah dan puasa, di mana susu tidak terjual seluruhnya. Saat itulah peternak mengolahnya menjadi keju. Mengingat nilai ekonomisnya lebih tinggi, ke depan kami ingin agar mereka sepenuhnya mengolah susu segar sebagai keju,” kata Syahdanur.
Sejak Akhir April lalu, peternak Padang Panjang sudah menghasilkan sekitar 100 kilogram keju. Mereka memanfaatkan peralatan bantuan Balai Besar Litbang Pascapanen Pertanian secara gratis di Rumah Keju yang berada di Kelurahan Ganting, Kecamatan Padang Panjang Timur. Itu di bawah pengawasan petugas yang sebelumnya sudah mendapat pelatihan.
”Selanjutnya, Rumah Keju ini kami harapkan bisa menjadi cikal bakal unit pengolahan keju di Padang Panjang. Tahun ini, bangunan akan kami rehab menjadi lebih bagus lagi,” kata Syahdanur.
Sekretaris Koperasi Peternak Sapi Perah Merapi-Singgalang Amrizal mengatakan, mereka menyambut positif program pengembangan keju di Padang Panjang. Menurut dia, peternak memang belum beralih sepenuhnya ke keju, tetapi dia optimistis secara perlahan akan ke sana.
”Kami berharap ke depan juga ada satu koperasi yang mengelola keju dengan bahan baku susu segar dari peternak. Kalau saat ini, (mengolahnya) masih perorangan saja,” kata Amrizal.
Dikutip dari Kompas edisi 8 Juli 2018

No comments :