Showing posts with label Morocco. Show all posts
Showing posts with label Morocco. Show all posts

Casablanca

Ini adalah kota pusat bisnis Morocco yang terletak di pantai laut Atlantik, di wilayah bagian Barat Morocco. Penduduknya mencapai 3 juta orang. Casablanca ini menjadi kota kembarnya Rabat, yang mana Rabat merupakan ibukota politik Morocco, dan Casablanca yang dominan di sektor industri dan pusat jasa menjadi ibukota ekonomi.


Ikon kota ini adalah Masjid Hassan II, hasil rancangan arsitek Prancis, Michel Pinseau. Menaranya yang setinggi 200m adalah yang tertinggi di dunia. Pengerjaan masjid ini dimulai sejak 1980, dan siap digunakan pada 1993. Konon biaya pembangunannya menghabiskan tak kurang dari 800 juta Dollar.

(Interior Masjid Hassan II)

Casablanca adalah kota terakhir dari rangkaian wisata Morocco kami. Dari sini kami kembali ke Prancis.


Rabat

Ini dia ibukota Morocco. Penduduknya sekitar 1,7 juta jiwa. Pada abad ke-12, karena kekuatan militernya, Rabat menyandang sebutan Ribatul-Fath, yang berarti "benteng kemenangan."


(Hasan Tower)

Pada zaman kekhalifahan Yaqub al-Mansur (Moulay Yacoub), di Rabat dibangun benteng-benteng kota, dan dibangun pula sebuah masjid yang mungkin akan menjadi masjid terbesar di dunia. Namun karena Yaqub wafat, pembangunan pun berhenti. Reruntuhan masjid ini, dan menara Hasan (Hasan Tower) masih dapat kita saksikan hingga sekarang.




Berhadapan dengan Hasan Tower, terdapat Mausoleum (museum) Mohammad V. Di sini terdapat makam kakek dari Raja Hasan yang sekarang.


Sempat pula kami melihat-lihat toko tekstil dengan motif khas suku Berber. Banyak bertebaran di sana karpet-karpet dengan desain motif lokal yang artistik.



Ok, setelah ini kami menuju Casablanca dengan kereta api. See you again there...

Meknes

Dari Fez, kami menuju Meknes dengan naik kereta api. Jaraknya 60 km dari Fez, dan terletak di wilayah utara Morocco. Populasi penduduknya hampir satu juta jiwa.


(City tour dengan kereta kuda)



(Tempat makan kuda / horse stable)

Meknes ini pernah juga menjadi ibukota Morocco, yaitu ketika di bawah kekuasaan Moulay Ismail (1672-1727). Pemimpin yang cukup disegani ini konon adalah ayah dari 888 putra, dari 500 hareem. Karena kemewahan kerajaannya pada waktu itu, kota Meknes ini kerap disebut Versailles of Morocco.



(Makam Moulay Ismail)


(Volubilis, peninggalan arkeologi zaman Romawi)


Sebelum menuju Rabat, kami mampir lihat-lihat keramik dulu...



Storm on the Sahara

"If your hope scattered like the dust across your track
I'll be the moon that shines on your path
The sun may blind our eyes I'll pray the skies above
For snow to fall on the Sahara...
"

a song by Anggun



Dari Marrakech, kami melanjutkan pengembaraan ke Gurun Sahara dan sampai pada pukul empat sore. Awalnya kami berencana untuk berkemah di gurun, namun tidak jadi karena saat itu sedang terjadi badai pasir.

Maka, kami pun menginap di sebuah losmen (auberge) di kota Merzouga, bernama Les Dunes D'or. Tempat ini menjadi base camp kami selama menunggu badai berhenti.

Alamat Auberge Les Dunes D'or: B.P. 3, Merzouga - Province d'Errachidia - MAROC.
GSM: +(212) 61 35 06 65 +(212) 61 09 71 61


Hingga keesokan harinya, ketika keadaan gurun sudah tenang pada pukul lima pagi itu, kami pun mulai bergerak dengan tiga buah unta menyongsong matahari terbit yang sangat indah.





Paket tour kami di sini terdiri dari penyewaan mobil Jeep Pajero untuk tiga hari, penginapan di Les Dunes D'or tadi, dan juga termasuk tour ke gurun naik unta, yang kesemuanya seharga 600 Euro untuk tiga orang.

Dan setelah sarapan pagi, kami bergegas melanjutkan perjalanan berikutnya dengan mobil Jeep Pajero, menuju kota Fez.

Marrakech

Berikut ini saya flashback dulu ke rangkaian wisata Morocco. Terbang dari Toulouse, Prancis, kami awalnya mengunjungi Marrakech, yaitu kota terbesar kedua di Morocco, setelah Cassablanca.


Di Marrakech ini terdapat pasar tradisional terbesar di Morocco, yaitu Djemaa El Fna. Di sekitar area pasar yang ramai ini sehari-harinya biasa diadakan berbagai pertunjukan, seperti akrobat, story-telling, tari dan musik yang disemarakkan oleh stand-stand makanan yang non-stop dari pagi hingga malam.

Kami menginap di hotel Dar Soukaina yang letaknya tak jauh dari Djemaa El Fna. Alamatnya: 19 Derb el Farrane, Riad Laarouss Marrakech Medina - Maroc. Tel. +212 (0) 61 24 52 38.


Sempat pula mampir ke Jardin Majorelle, atau Majorelle Garden, yaitu sebuah taman yang telah dibuka untuk umum oleh pemiliknya sejak tahun 1947. Konon, ini adalah taman yang paling misterius di abad ke-20. Pemiliknya adalah seorang seniman bernama Jacques Majorelle, yang lahir di Prancis, dan datang ke Marrakech pada tahun 1919 untuk berkarir sebagai pelukis. Di lokasi ini juga terdapat Museum of Islamic Art, yang berisi koleksi lukisan dari sang pemilik taman.


Ini adalah Masjid Koutoubia, yang terbesar di Marrakech. Masjid ini diselesaikan pada masa Khalifah Yaqub al-Mansur pada sekitar abad ke-12. Koutoubia berasal dari bahasa Arab, al-Koutoubiyyin, yang artinya librarian, mungkin karena di sekitar masjid ini banyak bertebaran penjual-penjual manuskrip kuno.


(Kasbah, rumah tradisional Suku Berber)


(Sungai jernih otw ke Gurun Sahara)

(We were here, Hotel Yasmina)
B.P.29 Gorges Todgha - Tinghir Ouarzazate
Tel. 024 89 51 18.

Dan dari sini, perjalanan pun berlanjut ke Gurun Sahara.

Fez

Ini adalah salah satu kota tertua, dan juga kota ketiga terbesar di Morocco. Di sana kami tinggal di Dar Roumana, sebuah rumah tua berumur ratusan tahun yang berada di kawasan tua Medina.





Alamat Dar Roumana:
30, Derb El Amer, Zkak Roumane, Fes Medina, Morocco 30200
Tel. +21235741637 Fax. +21235635524

Daerah di sini seluas kelurahan, dan dikelilingi bentengi dengan beberapa pintu gerbang besar yang disebut Bab. Pintu-pintu ini dinamai masing-masing sesuai dengan fungsi atau tanda-tanda lain. Yang terkenal adalah Bab Boujeloud (Pintu Biru).

Sejarah Fez atau Fès tak dapat dipisahkan dari Moulay Idris I. Cucu Nabi Muhammad SAW dari keturunan Ali dan Fatimah inilah yang menjadi pendiri kota Fez.

Pada tahun 789, Idris I lari dari Baghdad (Irak) karena persoalan politik. Saat itu telah terjadi pelbagai pemberontakan, di antaranya Al Khariji Kingdom di Maghreb, Berghouata di Atlantic dan Nekor di Rif.
Sedang di Baghdad, pada tahun 750, kelompok Abbasids merebut kekuasaan dan mengusir Umayyads serta menghukum pengikut Ali Alidas.

Maka Idris I pun mengungsi ke daratan Morocco dan memilih sungai Fez sebagai base-nya. Dengan cara damai, kemudian ia menjadi Imam dan mendirikan Madrasah tertua di Morocco. Lalu dikembangkannyalah industri kecil dan perdagangan (souk) dan tentu saja dibangun pula masjid-masjid.

Hingga tahun 791 Idris I pun wafat, konon karena diracun oleh utusan dari khalifah Abbasids dari Baghdad. Dua bulan setelah itu, lahirlah putranya, Idris II yang akan meneruskan kepemimpinannya di Fez. Idris II lalu menjadikan Fez sebuah pemerintahan yang basisnya bukan pasukan, melainkan agama, industri kecil, dan perdagangan.



(Bab Boujeloud / Pintu Biru)

Benteng pun dibangun di sekeliling Fez dengan beberapa pintu gerbang besar. Dan di tahun-tahun berikutnya Fez pun ramai dihuni para pendatang. Tahun 817, orang-orang Andalusis diusir dari Cordova, Spanyol, dan mendirikan Adouate al Andalus. Para Muslim juga diusir dari Kairouan, Tunisia pun mendirikan Adouate El Qarawiyah di sungai Fez.

Maka ketika Fez Medina (kota tua) sudah terlalu sempit, dibangunlah kota baru di seberang sungai dengan nama Al Alia. Daerah Fez pun menjadi semakin maju dan menarik perhatian. Sehingga Fatimids di Ifriqiya dan Umayads dari Al Andalus pun bergabung untuk menguasai Fez sampai tahun 1069.

Kemudian pada abad ke-12 Almohads mulai menguasai dan memindahkan ibukota ke Marrakech. Selama beratus tahun ibukota Morocco memang kerap berpindah-pindah antara Fez dan Marrakech, tergantung penguasanya. Hingga saat Morocco meraih kemerdekaan pada 1956, akhirnya ibukota Morocco pun berpindah ke Rabat hingga kini.

Namun demikian, pusat peradaban Islam tidak pernah pindah dari Fez. Jadi bagi yang ingin mendalami sejarah Islam, kota Fez adalah tempat yang tepat. Apalagi konflik Syiah dan Sunni dapat ditelaah secara dingin di sini.

Selain pusat Islam, di Fez juga terdapat pusat industri dan perdagangan kulit, keramik, kayu, kuningan dan perak. Letaknya di dekat Bab Boujeloud (Pintu Biru). Di wilayah kota tua Fez Medina, hampir setiap sepuluh rumah ada pengrajin yang berjualan dan juga membuat benda-benda kerajinannya di situ. Persoalan besar adalah tidak adanya patokan harga di sana, jadi mesti rajin menawar. Kalau dilihat dari ceritera di atas, jelas kemampuan arts and crafts mereka merupakan gabungan dari Berber, Timur Tengah dan Spanyol.

Di dalam Medina tidak ada mobil, mayoritas alat transportasi di sana adalah keledai dan sedikit kuda.








Di dekat Dar Roumana, tempat kami tinggal, terdapat makam Moulay Idris, cucu Nabi Muhammad SAW tersebut. Letaknya dalam satu kompleks Masjid atau Madrasah yang dapat menampung 25 ribu orang. Kami pun berziarah kesana, dan ada perasaan yang tak dapat diungkapkan saat berada di dalamnya.

Baiklah, sekian dulu, siang ini kami akan menuju Meknes dengan kereta api. Sampai jumpa lagi.

(DSP)