Storm on the Sahara

"If your hope scattered like the dust across your track
I'll be the moon that shines on your path
The sun may blind our eyes I'll pray the skies above
For snow to fall on the Sahara...
"

a song by Anggun



Dari Marrakech, kami melanjutkan pengembaraan ke Gurun Sahara dan sampai pada pukul empat sore. Awalnya kami berencana untuk berkemah di gurun, namun tidak jadi karena saat itu sedang terjadi badai pasir.

Maka, kami pun menginap di sebuah losmen (auberge) di kota Merzouga, bernama Les Dunes D'or. Tempat ini menjadi base camp kami selama menunggu badai berhenti.

Alamat Auberge Les Dunes D'or: B.P. 3, Merzouga - Province d'Errachidia - MAROC.
GSM: +(212) 61 35 06 65 +(212) 61 09 71 61


Hingga keesokan harinya, ketika keadaan gurun sudah tenang pada pukul lima pagi itu, kami pun mulai bergerak dengan tiga buah unta menyongsong matahari terbit yang sangat indah.





Paket tour kami di sini terdiri dari penyewaan mobil Jeep Pajero untuk tiga hari, penginapan di Les Dunes D'or tadi, dan juga termasuk tour ke gurun naik unta, yang kesemuanya seharga 600 Euro untuk tiga orang.

Dan setelah sarapan pagi, kami bergegas melanjutkan perjalanan berikutnya dengan mobil Jeep Pajero, menuju kota Fez.

Marrakech

Berikut ini saya flashback dulu ke rangkaian wisata Morocco. Terbang dari Toulouse, Prancis, kami awalnya mengunjungi Marrakech, yaitu kota terbesar kedua di Morocco, setelah Cassablanca.


Di Marrakech ini terdapat pasar tradisional terbesar di Morocco, yaitu Djemaa El Fna. Di sekitar area pasar yang ramai ini sehari-harinya biasa diadakan berbagai pertunjukan, seperti akrobat, story-telling, tari dan musik yang disemarakkan oleh stand-stand makanan yang non-stop dari pagi hingga malam.

Kami menginap di hotel Dar Soukaina yang letaknya tak jauh dari Djemaa El Fna. Alamatnya: 19 Derb el Farrane, Riad Laarouss Marrakech Medina - Maroc. Tel. +212 (0) 61 24 52 38.


Sempat pula mampir ke Jardin Majorelle, atau Majorelle Garden, yaitu sebuah taman yang telah dibuka untuk umum oleh pemiliknya sejak tahun 1947. Konon, ini adalah taman yang paling misterius di abad ke-20. Pemiliknya adalah seorang seniman bernama Jacques Majorelle, yang lahir di Prancis, dan datang ke Marrakech pada tahun 1919 untuk berkarir sebagai pelukis. Di lokasi ini juga terdapat Museum of Islamic Art, yang berisi koleksi lukisan dari sang pemilik taman.


Ini adalah Masjid Koutoubia, yang terbesar di Marrakech. Masjid ini diselesaikan pada masa Khalifah Yaqub al-Mansur pada sekitar abad ke-12. Koutoubia berasal dari bahasa Arab, al-Koutoubiyyin, yang artinya librarian, mungkin karena di sekitar masjid ini banyak bertebaran penjual-penjual manuskrip kuno.


(Kasbah, rumah tradisional Suku Berber)


(Sungai jernih otw ke Gurun Sahara)

(We were here, Hotel Yasmina)
B.P.29 Gorges Todgha - Tinghir Ouarzazate
Tel. 024 89 51 18.

Dan dari sini, perjalanan pun berlanjut ke Gurun Sahara.

Museum Guggenheim di Bilbao

Bilbao, sebuah kota di daratan Spanyol yang penuh patung, taman, dan gedung tua ini berpenduduk 350 ribu jiwa.


(Di depan Guggenheim, tanaman berbentuk kucing)



Kota Bilbao tadinya kota industri kering, yang kemudian disulap oleh arsitek Frank Gehry menjadi kota budaya khususnya seni patung, lanskap dan arsitektur. Di sini dibangun pula sistem angkutan modern tram, metro dan tentu saja bus. Pusat kota tua Bilbao, Casco Viejo (Old Quarter) disulap menjadi pusat pertokoan, museum kecil, tapas bar, cafe dll.

Kami menginap di Hoteles Silken yang berada persis di depan museum Guggenheim, ikon kota ini. Alamatnya: Alameda Mazarredo 61 48009 Bilbao. Tel. 944 253 300. Harga sekitar 75 Euro.

Berjalan-jalan di museum Guggenheim, kami hanya kuat tiga jam dan kaki sudah jontor. Museumnya hanya tiga lantai tapi memuat ribuan benda seni. Untuk bulan Maret-September 2008 ini, tema pameran yang digelar adalah Surreal Things. Ada karya-karya sculpture, instalasi, dan lukisan-lukisan bertema surrealisme. Kelihatannya museum ini dibantu oleh orang kaya Amerika, Solomon R. Guggenheim, yang juga membantu beberapa museum Guggenheim di dunia terutama di New York.


Sayang sekali daerah ini menjadi sarangnya pemberontak Euskadi Ta Askatasuna (ETA), yang intinya mereka ingin merdeka, lepas dari Spanyol. Telah jatuh 800 korban, dan pada tahun 2006 telah ditandatangani perjanjian gencatan senjata. Semoga cepat damai.

Setelah ini kami naik bus ke Santander, dan akan dijemput sahabat kami, Ananda, di stasiun.

(DSP)

Kota-kota Pantai yang Cantik


Hari Sabtu lalu Mala mengantar kami ke San Sebastian, kota pantai turis Spanyol yang terdekat dengan Prancis. Malam sebelumnya kami makan malam perpisahan dengan sahabat Mala di Total yaitu suami istri Satrio & Asmara dan suami istri Pudjo & Ayang.


Setelah breakfast di sebuah kafe yang menghadap ke pegunungan Pirenia, kami tancap gas menuju San Sebastian melalui Biarritz.

Biarritz merupakan kota pantai yang cantik di pinggiran daratan Prancis dan berpenduduk hanya 30.700. Kota ini mulai dikembangkan saat Napoleon III dengan istrinya yang orang Spanyol sering berlibur ke sini.


Saat ini banyak para pemuda dari kota besar surfing di pantai ini. Di sini terkenal juga dengan Thalassotherapy, yaitu program kesehatan dengan menggunakan kekayaan hayati laut. Dalam bahasa Yunani, thalassa artinya laut. Yang terkenal adalah Spa Kemana, Thalassa Biarritz dll.

Kami pun makan siang di kota pelabuhan tua tapi masih sangat cantik. Setelah makan siang kita tancap gas lagi, tidak terlalu kencang karena pada ngantuk, hingga kami sempat ngopi di St. Jean de Luz.

Penduduk St. Jean de Luz hanya 13600. Kota kecil ini jadi penting karena pantai kota turis terdekatnya dekat dengan Spanyol. Pantainya putih, para pelaut dan pemancing masih aktif mencari ikan sardin dan anchovis yang banyak dipakai untuk Cesar Salad dan juga makanan khas Spanyol Tapas Bar.


Banyak orang Prancis datang ke sini, tidak menginap, tapi menyewa tenda di pantai seharga 6 Euro per hari sambil membawa sekeranjang makanan dan minuman. Hm... lumayanlah...

Di mana-mana juga terlihat kursus surfing yang tarifnya tidak murah seperti di Bali, yaitu 40 Euro per hari.

Kami memilih ngopi di sebuah kafe yang menghadap ke laut, tetapi memilih duduk di balik kaca karena udara mulai terasa dingin.
Setelah ini kami juga mengunjungi kota Bilbao.

(DSP)

Kebun Anggur Bordeaux

Bordeaux... daerah yang dikenal sebagai La Belle au Bois atau The Sleeping Beauty. Kota berpenduduk 229 ribu ini memiliki sejarah yang panjang. Kita loncat saja ke tahun 1154 sampai 1453 saat putra Bordeaux, King Henry II, menjadi Raja Inggris, sehingga Bordeaux menjadi bersuasana Inggris.

(Sommy, On the river across Bordeaux)

Karena Bordeaux dekat dengan laut maka dibangunlah pelabuhan yang meramaikan perdagangan dengan Inggris, yang pada waktu itu Inggris maju di sektor maritim. Ekspor dari Bordeaux pada waktu itu anggur, coklat, keju dll.

Bordeaux baru saja dibangun besar-besaran oleh Walikota Alain Juppé, yang adalah mantan Perdana Mentri Prancis. Ia membangun antara lain sistem transportasi modern, angkutan tram, listrik, trotoar, taman, dan renovasi gedung tua. Juga dikembangkan universitas baru yang mengembangkan kreativitas dan gagasan baru.

Kami ikut tour selama dua malam, dan menginap di hotel Majesty, sebuah rumah besar yang gayanya dipertahankan asli. Terdapat 50 kamar yang dulunya ditinggali orang-orang kaya. Untung saja naiknya pakai lift.

Tentu kami juga tour ke perkebunan anggur. Perkebunan anggur di Bordeaux terdiri dari 1000 km2, terbagi menjadi 57 daerah dan memiliki 5000 pengolahan anggur (chaetaux).



(Bordeaux vineyard & St. Emilion cellar)


(Cheers!)

Setelah menempuh satu jam perjalanan dengan bus, kami sampai di perkebunan St. Emilion, disambut oleh pemiliknya yang ramah dan untungnya ia bisa berbahasa Inggris dengan fasih.

Ternyata pohon anggur hanya dipanen setahun sekali yaitu bulan September dan Oktober. Setelah itu ranting dan daunnya dipangkas dan ditidurkan selama musim gugur dan dingin, baru keluar daun bulan April. Kebun di Bordeaux tidak disiram dan hanya sedikit dipupuk dengan pupuk organik.

Setelah di peras anggur disimpan dalam drum dari kayu oak selama satu tahun, lalu anggur tersebut dibotolkan dan dijual ke seluruh dunia. Rasa suatu minuman anggur sulit untuk dirumuskan. Itulah sebabnya harganya mulai dari beberapa Euro sampai ribuan Euro.

Mereka mengakui Prancis bukan lagi produsen anggur terbesar dunia, tersaingi oleh perkebunan anggur mekanis ala California, Australia, Chili dll. Kebun yang mengikuti pengawasan ketat mendapat sertifikat AOC (Appellation d’Origine Contrôlée).

Di kota Bordeaux ada jalan yang sangat terkenal sepanjang 1200 m yang mobil tidak boleh lewat. Rue Ste Catherina menjadi icon di kota ini. Ada pula taman Jardin, yang mirip dengan botanical garden. Sebulan sekali ada kursus dansa tango gratis di sini yang ramai banget katanya.


(DSP & Bordeaux street musicians)