Bon Appetit Palembang

Bon appetit!

Orang selalu menyebut pempek sebagai makanan khas Palembang. Namun sebenarnya ada makanan unggulan lain di Sumatra Selatan, yaitu pindang. Pindang ini sejenis semur khas yang dapat berisi daging ataupun ikan.

Tiap daerah mempunyai makanan khasnya masing-masing. Yang cukup terkenal adalah pindang Musi Rawas.

Daerah Musi Rawas terletak di 300 km arah Barat Daya Palembang. Jika kita berkendaraan mobil, kita akan melalui Kab. Banyuasin, kemudian Kab. Musi Banyuasin yang ibukotanya Sekayu, setelah itu barulah kita akan mencapai Musi Rawas.

Perjalanan menuju Sekayu terasa menarik karena kita menyusuri daerah aliran sungai Musi. Sungai terpanjang di Pulau Sumatra itu tampak sungguh tenang, menghanyutkan, dan menakjubkan.

Kota Sekayu sendiri memperlihatkan pembangunan yang mengesankan, di antaranya gelanggang olah raga, kolam renang, dll. Kab. Musi Banyuasin yang biasa disebut Muba, memiliki sekolah sepak bola untuk kelompok umur 15-18 tahun, yang dilatih oleh pelatih berkualitas. Tidak heran jika minggu yang lalu sepak bola KU15 Muba menjadi juara kedua nasional.

Berikut foto-foto perjalanan wisata kami di kota yang dulunya dijuluki "Venesia dari Timur Jauh" ini.

Welcome to Palembang

Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II

Bersama Gita dari MEPI

Hotel Novotel Palembang

Banyak restoran pindang di kota ini, dan salah satu yang terkenal adalah RM Pindang Musi Rawas atau sering disingkat PMR.

Berbagai menu khas di PMR

Alamatnya di Jl. Angkatan 45 No. 18 Rt. 42 Rw. 12, Telp. 370590 Pakjo - Palembang.

Benteng Kuto Besak (BSB)

Benteng ini dibangun selama 17 tahun, yang diresmikan pada 1797. Pada awalnya menjadi Pusat Kesultanan Palembang di bawah kepemimpinan Sultan Mahmud Badaruddin I. Dindingnya sepanjang 288 m, lebar 183 m, tinggi 99,9 m, dan tebalnya 1,99 m.

Jembatan Ampera

Dulunya, jembatan ini dinamai Jembatan Bung Karno. Ini sebagai bentuk penghargaan kepada Presiden RI pertama itu karena ia secara sungguh-sungguh telah memperjuangkan keinginan warga Palembang untuk memiliki sebuah jembatan di atas Sungai Musi.

Peresmian pemakaian jembatan dilakukan pada tahun 1965. Pada saat itu, jembatan ini adalah jembatan terpanjang di Asia Tenggara.

Ketika terjadi pergolakan politik pada tahun 1966, nama jembatan ini pun diubah menjadi Jembatan Ampera (Amanat Penderitaan Rakyat).


Pada awalnya, bagian tengah badan jembatan ini bisa diangkat ke atas agar tiang kapal yang lewat di bawahnya tidak tersangkut badan jembatan. Diangkat dengan peralatan mekanis, dua bandul pemberat masing-masing sekitar 500 ton di dua menaranya. Pengangkatannya memerlukan waktu 30 menit.

Namun sejak tahun 1970 tidak difungsikan lagi karena dianggap mengganggu lalu lintas di atasnya.



Sungai Musi, sebagai sungai terbesar di Sumatera, merupakan sumber kehidupan warga Palembang.

Sungai ini membelah Kota Palembang menjadi dua bagian kawasan. Masing-masing kawasan Seberang Ilir di bagian utara dan Seberang Ulu di bagian selatan.

Sungai yang menjadi tempat bermuara ratusan sungai-sungai kecil ini menyebabkan Palembang dijuluki Kota Seratus Sungai.

Masjid Agung Palembang

Dibangun pada tahun 1738. Masjid yang mempunyai arsitektur yang khas dengan atap limasnya ini, konon merupakan bangunan masjid yang terbesar di nusantara pada kala itu. Arsiteknya orang Eropa dan beberapa bahan bangunannya seperti marmer dan kacanya diimpor dari Eropa.




Toko Songket di Pusat Kerajinan Palembang Makmur Jaya.
Alamat: Jl. Ki Gede Ing Suro No. 21. Telp. (0711) 367686.

Jembatan Ampera di waktu malam

No comments :